Guest

Senin, 04 Maret 2013

Perubahan Diri dan Enculture

                      Pendidikan merupakan proses jangka panjang. Belajar matematika juga merupakan pendidikan jangka panjang yang memerlukan kreatifitas. Kreatifitas dalam belajar matematika diperlukan untuk mengembangkan ide-ide matematika dan berimajinasi. Hal ini berpengaruh dalam pemecahan masalah-masalah Matematika yang memiliki bebagai macam solusi sehingga diperlukan kreatifitas. Kreatifitas seseorang dibentuk ketika masih usia dini seperti di Sekolah Dasar.
Semakin tumbuh dan berkembangnya seseorang, kreatifitas, sifat dan cara berfikir seseorang tidak berubah. Seseorang terlihat berubah karena wawasan dan pengetahuannya yang semakin luas sehingga terlihat berubah. Pola kegiatan pun juga menjadikan seseorang terlihat berubah seperti seorang siswa yang sering diam ketika masih di Sekolah Dasar atau Sekolah Menengah Pertama kemudian merubah polanya menjadi lebih sering berbicara. Ketika seseorang merubah metode dan strategi belajar akan membuat seseorang terlihat berubah.
Pembelajaran dengan berbagai perubahan-perubahan metode dan startegi belajar dapat memperluas wawasan dan pengetahuan yang membuat seseorang terlihat berubah. Metode dan strategi belajar yang paling baik adalah silaturahim yaitu terjemah dan menterjemahkan, dari bahasa Yunani hermenitika. Silaturahim dengan berbagai karya ilmiah, Matematika, bahasa dan sebagainya. Memperluas dan membuka wawasan bagi seorang pendidik dengan cara lesson study sangat penting. Lesson study merupakan cara yang baik karena dari guru untuk guru oleh guru.
Pembelajaran selain dengan metode dan strategi pembelajaran juga melibatkan rasa. Peserta didik memliki berbagai macam tipe dalam memahami sesuatu dan salah satunya adalah tipe seseorang yang mengerti jika dipaksa, karena perasaan tertekan atau karena terpaksa. Hal ini menimbulkan adanya rasa takut dalam proses belajar. Seseorang yang memahami sesuatu karena rasa tertekan, terpakasa atau jika dipaksa, maka apa yang sudah dipahami tidak akan tahan lama. Ketika unsur rasa takutnya hilang maka sifat-sifat dan pemahaman yang melekat pada diri karena rasa takut tersebut juga akan hilang, sehingga tidak bertahan lama. Berbeda dengan suatu pemahaman dan sifat-sifat yang diiringi dengan perasaan yang menyenangkan, maka akan bertahan lama.
Pendidikan merupakan kebutuhan sepanjang hayat. Pemahaman yang didapat juga dipengaruhi oleh lingkungan. Lingkungan tersebut mendukung atau tidak mendukung seseorang dalam memahami sesuatu. Seperti adanya kebiasaan yang terbentuk oleh seseorang. Contoh ketika lingkungan seorang siswa dalam kelas atau pergaulan dalam kelas bersama dengan orang-orang yang rajin maka akan mempengaruhinya, begitu juga jika pergaulannya dengan orang-orang yang malas. Perlu adanya budaya pemahaman, budaya pembiasaan/enculture. Enculture sangat penting untuk membiasakan seseorang, namun bukan dengan cara menjadikannya seperti pengemis ilmu. Seorang guru tidak seharusnya memberi ilmu secara terus menerus kepada siswa karena hal itu merupakan cara yang tradisional tanpa adanya timbale balik dari siswa. Seorang guru merupakan fasilitator bagi siswa untuk mengeksplorasi ilmu yang didapat, bukan hanya memberi ilmu tanpa adanya usaha siswa mengeksplorasi potensi diri. Ini bukan sesuatu yang dilakukan secara etnomatematika.
Source: Prof. Dr. Marsigit, M.A.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar