Bahasa merupakan sarana komunikasi antar individu. Tanpa adanya bahasa, maka akan sulit untuk memahami induvidu lain. Dengan adanya bahasa manusia dapat memahami suatu situasi dan berpikir secara sistematis, sehingga memperluas ilmu serta wawasannya. Begitu juga dengan Matematika yang dapat melambangkan serangkaian kalimat atau pernyataan yang akan disampaikan. Lambang-lambang matematika bersifat artifisial yaitu akan memiliki arti jika terapat makna dalam simbol tersebut. Tanpa hal itu Matematika hanyalah sekumpulan angka dan rumus yang tidak memiliki makna.
Matematika
merupakan bahasa yang melengkapi bahasa sehari-hari. Dalam hal ukuran,
hubungan, dan sebagainya, Matematika merupakan sebuah bahasa yang digunakan
dalam kehidupan sehari-hari. Matematika memiliki kelebihan dalam hal numerik yang
memungkinkan kita menyampaikan informasi pengukuran yang lebih kuantitatif.
Penyampaian informasi bukan hanya sekedar besar, kecil, sedikit, banyak, lebih
besar, lebih kecil, dan sejenisnya, namun lebih bersifat eksak. Matematika
dalam bahasa memiliki keistimewaan yaitu jelas terlihat hubungannya. Walaupun
matematika merupakan bahasa yang dapat melengkapi bahasa sehari-hari, namun
tidak semua kalimat matematis dapat digunakan dalam bahasa sehari-hari karena
tidak semua orang mengerti Matematika. Walaupun begitu, Matematika merupakan
ilmu yang sangat penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan lain seperti dalam
ilmu desain, lukis, ekonomi, bahkan sosial. Sehingga Matematika dalam bahasa memiliki
peranan dalam masing-masing ilmu pengetahuan yang lain.
Selain
mengenai matematika dalam bahasa, nilai matematika itu sendiri dapat dilihat
dari konteks ontologis, epistimologis, dan aksiologis dalam batas-batas nilai intrinsik,
ekstrinsik, dan sistemik. Nilai matematika secara ontologis yaitu nilai mengenai
apa yang ada, dan membahas tentang yang ada, yang tidak terikat oleh satu
perwujudan tertentu. Sehingga matematika ada karena keberadaan para pelaku
matematika itu sendiri, secara implisit merefleksikan dan menginterpretasikan
kenyataan matematika itu sendiri sebagai suatu pengetahuan yang berguna dalam
pergaulan.
Nilai
Matematika secara epistimologis yaitu nilai yang mampu mengembangkan bahasa
numerik yang memungkinkan kita untuk melakukan pengukuran secara kuantitatif dengan
konsep-konsep yang kongkrit, kontekstual, dan terukur. Kemudian secara
aksiologis yaitu nilai yang sangat banyak memberikan kontribusi perubahan bagi
kehidupan umat manusia atau pendekatan yang berkaitan dengan nilai yang ada di
matematika (value). Nilai matematika intrinsik merupakan nilai yang digunakan
untuk diri sendiri, nilai Matematika ekstrinsik yaitu nilai yang dapat
diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, dan nilai Matematika sistemik yaitu
nilai matematika yang dapat digunakan di masyarakat luas.Nilai Matematika
terendah adalah nilai yang digunakan untuk diri sendiri dan nilai tertinggi
adalah nilai yang dapat digunakan di masyarakat luas. Nilai matematika yang
dikembangkan harus disertai dengan berpikir kritis karena Matematika adalah
mengenai berpikir kritis.