Diri
kita sendiri memiliki peran untuk menentukan berbagai macam metode yang
digunakan dalam pembelajaran Matematika. Beberapa metode dalam pembelajaran
Matematika seperti pembelajaran inovatif, pembelajaran tradisional,
pembelajaran otoriter, dan pembelajaran demokratis. Metode-metode tersebut
berlaku sesuai dengan diri kita sendiri, bukan karena orang lain. Sebagai guru
maupun calon guru, metode pembelajaran dapat
berjalan otomatis sesuai dengan kontrol diri, apakah pembelajaran tersebut
inovatif, tradisional, otoriter atau demokratis semua itu tergantung kepada
guru. Dapat dikatakan juga metode pembelajaran yang sering digunakan dapat
menjadi pencerminan diri seorang guru.
Begitu
juga dengan Etnomatematika, yang merupakan wujud dari diri kita juga. Karena Etnomatematika
erat kaitannya dengan masyarakat, budaya dan kehidupan sehari-hari. Masyarakat
merupakan lingkungan tempat kita berkembang dan mengembangkan ilmu pengetahuan
yang kita miliki serta tempat berinteraksi untuk memperluas pengetahuan
sehingga Etnomatematika juga erat kaitannya dengan diri kita sendiri. Selain
itu, Etnomatematika bukan sekedar bahasa, namun juga proses dan konsep seperti
halnya dalam Matematika. Etnomatematika memiliki sifat fleksibel, di samping
itu juga merupakan sesuatu yang ontologis dan hakiki ketika melekat sebagai suatu
keadaan dan sifat yang memang bermanfaat. Dalam pembelajaran, Etnomatematika
tentunya bermanfaat. Namun, seperti yang telah dituliskan sebelumnya, harus
dengan persyaratan memiliki idealitas dan sifat merdeka yang muncul dari diri
pribadi untuk mewujudkannya.
Pembelajaran
dan Etnomatematika sama-sama dapat menjadi perwujudan diri. Namun untuk dapat
menggunakan Etnomatematika dalam pembelajaran perlu perwujudan dari dalam diri
sebagai seorang yang memiliki idealitas dan sifat yang merdeka tanpa tekanan
dari pihak manapun. Selain itu, tidak semua guru dan tidak semua orang mengerti
dan mengenal tentang Etnomatematika. Sehingga sangat sedikit yang menggunakan
Etnomatematika dalam pembelajaran Matematika dikarenakan persyaratan tersebut.
Tanpa menggunakan Etnomatematika, perwujudan diri dapat dilihat melalui metode
pembelajaran yang dilakukan oleh seorang guru. Semua kegiatan yang dilakukan
oleh diri kita sendiri pun tentunya merupakan perwujudan diri kita sendiri.
Source: Prof.
Dr. Marsigit, M.A.