Guest

Senin, 18 Maret 2013

Matematika dalam Bahasa dan Nilai Matematika


           Bahasa merupakan sarana komunikasi antar individu. Tanpa adanya bahasa, maka akan sulit untuk memahami induvidu lain. Dengan adanya bahasa manusia dapat memahami suatu situasi dan berpikir secara sistematis, sehingga memperluas ilmu serta wawasannya. Begitu juga dengan Matematika yang dapat melambangkan serangkaian kalimat  atau pernyataan yang akan disampaikan. Lambang-lambang matematika bersifat artifisial yaitu akan memiliki arti jika terapat makna dalam simbol tersebut. Tanpa hal itu Matematika hanyalah sekumpulan angka dan rumus yang tidak memiliki makna.
Matematika merupakan bahasa yang melengkapi bahasa sehari-hari. Dalam hal ukuran, hubungan, dan sebagainya, Matematika merupakan sebuah bahasa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Matematika memiliki kelebihan dalam hal numerik yang memungkinkan kita menyampaikan informasi pengukuran yang lebih kuantitatif. Penyampaian informasi bukan hanya sekedar besar, kecil, sedikit, banyak, lebih besar, lebih kecil, dan sejenisnya, namun lebih bersifat eksak. Matematika dalam bahasa memiliki keistimewaan yaitu jelas terlihat hubungannya. Walaupun matematika merupakan bahasa yang dapat melengkapi bahasa sehari-hari, namun tidak semua kalimat matematis dapat digunakan dalam bahasa sehari-hari karena tidak semua orang mengerti Matematika. Walaupun begitu, Matematika merupakan ilmu yang sangat penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan lain seperti dalam ilmu desain, lukis, ekonomi, bahkan sosial. Sehingga Matematika dalam bahasa memiliki peranan dalam masing-masing ilmu pengetahuan yang lain.
Selain mengenai matematika dalam bahasa, nilai matematika itu sendiri dapat dilihat dari konteks ontologis, epistimologis, dan aksiologis dalam batas-batas nilai intrinsik, ekstrinsik, dan sistemik. Nilai matematika secara ontologis yaitu nilai mengenai apa yang ada, dan membahas tentang yang ada, yang tidak terikat oleh satu perwujudan tertentu. Sehingga matematika ada karena keberadaan para pelaku matematika itu sendiri, secara implisit merefleksikan dan menginterpretasikan kenyataan matematika itu sendiri sebagai suatu pengetahuan yang berguna dalam pergaulan.
Nilai Matematika secara epistimologis yaitu nilai yang mampu mengembangkan bahasa numerik yang memungkinkan kita untuk melakukan pengukuran secara kuantitatif dengan konsep-konsep yang kongkrit, kontekstual, dan terukur. Kemudian secara aksiologis yaitu nilai yang sangat banyak memberikan kontribusi perubahan bagi kehidupan umat manusia atau pendekatan yang berkaitan dengan nilai yang ada di matematika (value). Nilai matematika intrinsik merupakan nilai yang digunakan untuk diri sendiri, nilai Matematika ekstrinsik yaitu nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, dan nilai Matematika sistemik yaitu nilai matematika yang dapat digunakan di masyarakat luas.Nilai Matematika terendah adalah nilai yang digunakan untuk diri sendiri dan nilai tertinggi adalah nilai yang dapat digunakan di masyarakat luas. Nilai matematika yang dikembangkan harus disertai dengan berpikir kritis karena Matematika adalah mengenai berpikir kritis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar